Air Terjun Tretes Wonosalam, Potensi wisata Jombang yang terabaikan !!

Foto Air Terjun tretes pengajaran Wonosalam

Jombang – Selain dikenal sebagai kota santri serta wisata religi makam wali dan para auliya’, Jombang juga banyak memiliki potensi wisata alam yang indah namun keberadaannya kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Salah satu destinasi wisata alam yang masih alami adalah air terjun tretes di Wonosalam.

Air terjun  atau ada yang menyebutnya Coban tretes terletak di Dusun Pengajaran Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Air terjun tretes adalah satu-satunya air terjun alami yang dimiliki kabupaten jombang, namun saying keberadaannya tidak mendapatkan perhatiam serius dari pemerintah melalui dinas terkait.

Coban Tretes Pengajaran, Menawarkan pemandangan yang eksotis alami. Pengunjung yang ingin menikmati keindahannya harus berjuang menapaki jalan setapak yang terjal dan licin membelah rerimbunan pohon serta menyeberangi sungai dengan aliran air yang jernih.

Menurut data yang diperoleh, Coban Tretes Pengajaran ini merupakan hulu Sungai Bonakah yang airnya mengalir dari Sumber Watu Bonakah. Air Terjun Pengajaran berada di hutan Gunung Jurug Guah yang merupakan bagian dari Gugusan Pegunungan Anjasmoro bagian selatan.

Terletak pada ketinggian 1.250 meter di atas permukaan air laut, membuat hawa sekitarnya terasa cukup dingin dengan suhu rata-rata 24 derajat celcius serta sering berkabut.

Ketinggian air terjun mencapai 150  meter dan disebut sebagai air terjun tertinggi ke dua di Jawa Timur setelah air terjun Madakaripura probolinggo yang memiliki ketinggian 200 meter.

Saat ini objek wisata ini dikelola oleh Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo Jawa Timur.

“Saat ini objek wisata air terjun tretes di kelola oleh Tahura Raden Soeryo, Secara geografis ikut Kabupaten Jombang. Untuk akses kesini ada dua jalur yaitu jalur Kediri dan Jombang,” ungkap Yatno pemungut retrebusi karcis objek wisata, Minggu (6/4).

Baca Juga  Bupati Jombang akan menyumbangkan seluruh Gajinya untuk kaum dhuafa

Untuk bisa menikmati wisata ini pengunjung harus membayar karcis masuk sebesar Rp 11.000 sudah termasuk biaya asurasi keselamatan.

Akses menuju objek wisata ini lumayan cukup sulit dari pemukiman warga Dusun Pengajaran sampai lokasi kurang lebih 4 km. Karena akses lumayan jauh warga sekitar juga menerima jasa ojek untuk menuju lokasi dengan tarif sebesar 20 ribu. Jika pengunjung memilih jalur jalan kaki disetiap perjalanan juga ada pos peristirahatan dan warung dari warga setempat.

(Kolam dibawah air terjun tretes tempat mandi kumkum wisatawan)

Sesampainya pengunjung akan disuguhi oleh keindahan air terjun yang sangat mempesona dan udara yang sejuk dengan kesegaran alami. Pengunjung juga bisa main air atau mandi dan bisa juga berfoto dengan spot yang telah disediakan.

“waduh jalannya licin, banyak lintah. Terasa capek saat sampai kemari, namun setelah sampai melihat air terjun semua terbayar tidak rugi jauh-jauh penuh perjuangan sampai kesini,” ucap Joko pengunjung dari Kesamben.

Fasilitas umum di lokasi masih sangat minim, meski sudah ada musholla, MCK dan kamar mandi untuk ganti baju setelah pengunjung berbasah-basah di kolam air terjun. Ada gazebo untuk beristirahat pengunjung melepas lelah selama perjalanan. Masyarkat secara mandiri mendirikan warung-warung makan dengan menu ala desa dan harga terjangkau. (jj)

Writer: jejeEditor: admin