Barikan, Tradisi leluhur yang masih hidup di tengah gempuran masyarakat modern di Ngledok, Mojokrapak

Foto Tradisi Barikan 10 Muharrom/Asyura. Sabtu (5/7/2025)

Jombang– Warga Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, kecamatan Tembelang, Jombang melangsungkan tradisi Barikan pada malam 10 Muharrom, Sabtu (5/7/2025). Tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur tentang kearifan dan kebersamaan yang merupakan peninggalan para orang tua sejak zaman dahulu, dan tetap dilestarikan hingga sekarang.

Tradisi Barikan itu sendiri adalah sebuah tradisi yang berkembang di masyarkat Jawa, khususnya di daerah pedesaan, yaitu melakukan kenduri makan bersama hasil masak warga secara bersama sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Warga Dusun Ngledok sebagaimana tradisi setiap tahun, memperingati 10 Muharrom bulan suro dalam kaleder penanggalan jawa dengan keduri makan bersama mengambil tempat disepanjang jalan Angrek Dusun Ngledok. warga yang terlibat terdiri dari Rt.5 dan Rt.6, pada RW. 11 serta RT.4 pada RW.12.

Setelah melaksanakan sholat isyak, masyarakat berbondong-bondong keluar rumah membawa makanan, minuman, snack serta hidangan lainnya untuk dimakan bersama.

Acara diawali dengan istighotsah dan barjanji, selanjutnya mauidhoh hasanah untuk menyampaikan pesan-pesan bijak, dan ditutup do’a oleh tokoh agama.

Mahsulin selaku tokoh agama dalam mauidhoh yang disampaikan, mengupas hikmah serta amalan 10 Muharrom, serta memuji terlaksanakanya tradisi “Barikan” yang istiqomah bisa dilakuan setiap tahun oleh warga dusun Ngledok.

Kepada jamaah yang hadir Mahsulin terus berpesan agar tradisi luhur para pendahulu tidak sampai punah ditengah kehidupan masyarakat yang semakin modern.

“Alhamdulillah tradisi baik seperti ini di dusun ngledok masih lestari, apalagi ngledok dikenal sebagai dusun yang religious, sepanjang sejarah peringatan hari besar islam selalu diperingati dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, walaupun pernah satu kali ada tontonan jaranan”, kelakar mahsulin.

Mahsulin menguraikan berberapa makna yang terkandung dalam tradisi Barikan diantaranya tentang :

  • Kesederhanaan: Masyarakat berkumpul dan makan bersama dengan makanan yang dibawa dari rumah masing-masing, menunjukkan kesederhanaan dan kebersamaan.
  • Gotong Royong: Persiapan dan pelaksanaan tradisi ini melibatkan kerjasama dan gotong royong antarwarga.
  • Solidaritas: Barikan mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara warga desa.
  • Rasa Syukur: Tradisi ini mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan
Baca Juga  Tiga Tersangka Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi Sumobito Jombang segera disidangkan di PN Jombang

Hari Asyura, 10 Muharram dikenal juga sebagai hari Yatama atau Hari Raya Anak Yatim, hari dimana umat islam dianjurkan untuk menyantuni anak yatim dengan cara memberikan hadiah, sejumlah uang, atau sekadar mengusap kepala mereka sebagai wujud kasih sayang.

10 Muharrom 1447 H tahun ini jatuh pada hari Ahad, 6 juli 2025. dimana pada hari ini, Allah menurunkan ampunan, rahmat, hidayah dan ijabah setiap doa hambanya.

Banyak umat Muslim memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Puncak peringatan di bulan ini jatuh pada hari ini tanggal 10 Muharram, yang disebut hari Asyura

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa ini disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya hadits dari Ibnu Abbas RA yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT akan memberinya pahala seperti 10.000 malaikat. (udin)

Writer: udinEditor: admin