Curi uang kotak Masjid 15.000 buat makan : pengakuannya dengan iba

foto pers rilis kasus pencurian kotak amal masjid At Taqwa Sambongsantren, Jombang.

Nuranikeadilan.com – Aksi tidak terpuji terekam kamera CCTV masjid. Seorang pemuda asal Menganti, Gresik bernama Arta Nugraha, 20, tertangkap kemera sedang mencuri uang di dalam kota amal masjid di Dusun Sambongsantren, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Selasa (6/12) siang.

Berbekal rekaman cctv, unit reskrim Polsek Jombang berhasil menangkap si pelaku hanya beberapa jam setelah kejadian. Ironisnya, pelaku mengaku nekat mencuri uang lantaran kelaparan karena dua hari kelaparan.

Iptu Dian Rizal Mabrur, kanit Reskrim Polsek Jombang membenarkan penangkapan yang pelaku.

“pelaku sudah kami amankan malam hari di lokasi alun-alun jombang. kami mengenali wajahnya berkat rekaman cctv di lokasi,” terang Dian Rizal Mabrur.

Lebih lanjut rizal juga menyampaikan “Dari data yang dihimpun, aksi Arta itu dilakukan di masjid yang disinggahinya pada siang hari, sekitar pukul 13.00. Saat itu, ia singgah di masjid tersebut untuk salat zuhur Setelah salat, pelaku ini juga sempat ngaji juga di musala itu, dan kemudian menemukan kunci kotak amal di dekat pintu,” terangnya

Menurut pengakuannya, pelaku merasa kelaparan karena dua hari tidak makan, ia pun akhirnya membuka kotak amal dengan kunci itu dan mengambil uang Rp 15.000 di dalam kotak amal tersebut.

“Dia tidak punya niat mencuri, karena dia kelaparan tidak punya uang, akhirnya mengambil uang 15.000 dalam kotak, untuk dipakai beli makan,” lanjutnya.

Setelah mengambil uang, Arta pun pergi meninggalkan masjid hingga malam harinya tertangkap polisi di Alun-Alun Jombang.

Kepada polisi, ia pun mengakui semua perbuatannya. Pria asal Gresik itupun mengaku jika ia tak memiliki uang lagi saat sampai di Jombang dan gagal bertemu keluarganya di peterongan

“Jadi dia ini orang Gresik, diminta ibunya menemui tantenya di Peterongan, dikasih uang hanya cukup untuk naik bus saja, ternyata sampai di peterongan tantenya sudah pindah  dan lokasi tempat tinggal barunya tidak diketahui lagi akhirnya berjalan tanpa tujuan,” ungkapnya.

Baca Juga  Termakan bujuk rayu, 2 Gadis penjaga angkringan dirudapaksa 3 pemuda trowulan di Hotel Mojoagung, Jombang

Karen merasa terenyuh, Rizal menyebut pihak takmir masjid akhirnya memaafkan pelaku dan bersedia untuk berdamai. Dan Pihak takmir masjid memutuskan untuk tidak membuat laporan.

“Untuk tindaklanjutnya, kita pertemukan pelaku ini dengan takmir masjid dan kepala desa, dia membuat surat pernyataan dan kita kembalikan ke orang tuanya,” pungkasnya. (*)

Writer: RedaksiEditor: admin