Dinsos P3A Kota Mojokerto: Prihatin kuota 30% keterwakilan perempuan tidak terpenuhi dalam pemilu Legislatif 2024.

Foto Mohamad Sholahuddin, narasumber Seminar Politik Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto

Nuranikeadilan.web.id – Dinas Sosial Kota Mojokerto melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan menggelar seminar bertema Partisipasi Politik Generasi  Muda Dalam Pembangunan. Acara bertempat di Aula Dinsos P3A Kota Mojokerto, Rabu (10/9/2025).

Acara dibuka oleh Kasie PUG dan Perlindungan Perempuan SRI UTAMI, A.Md,Keb mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir.

Menurut Sri Utami saat membacakan sambutan Kepala Dinas, menyampaikan bahwa Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan semangat generasi muda khususnya perempuan untuk tertarik terlibat dalam partisipasi politik secara bermakna. salah satunya bagaimana generasi muda tidak apatis terhadap politik.

Disinggung dalam pemilu kemarin (2024) hanya ada 4 anggota legislatif perempuan dari  25 anggota DPRD Kota Mojokerto dalam masa jabatan 2024-2029. Ini menujukkan keterwakilan perempuan 30% tidak terpenuhi.

Seminar dihadiri 30 peserta dari berbagai kampus di Kota Mojokerto serta mahasiswa Unisa Surabaya, menghadirkan narasumber Mohamad Sholahuddin, SH., MH. Praktisi dan Akademisi dari Universitas Mayjen Sungkono, Mojokerto.

Sholahuddin banyak menjelaskan tetang pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan bangsa salah satunya adalah pelibatan generasi muda dalam forum-forum pengambil  keputusan yang melahirkan regulasi yang berpihak pada mensejahterakan masyarakat.

Sholahuddin juga menjelaskan tentang peran strategis pemuda, serta tantangan yang dihadapi seperti minimnya literasi politik serta disinformasi digital. Dirinya mendorong bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan teknologi dan media social secara efektif untuk  mendorong perubahan kebijakan serta membangun demokrasi yang sehat beradap demi kepentingan masyarakat. 

Menurut udin, pria asal jombang yang juga berprofesi sebagai advokat, Generasi muda adalah agen perubahan serta calon pemimpin masa depan yang memiliki potensi besar untuk inovasi dan pembaruan. Mereka bisa menggunakan media sosial secara maksimal untuk advokasi, kampanye, bahkan mobilisasi massa dalam isu-isu politik yang menjadi problem masyarakat tentu harapannya dilakukan secara santun dan konstruktif.

Baca Juga  LKBH dan Dosen Fakultas Hukum Unimas laksanakan sosialisasi hukum di Desa Mlaten, Mojokerto

Peran pentingnya bagaimana pemuda bisa mempengaruhi kebijakan publik dan memperjuangkan aspirasi  kelompok  mereka serta mendorong  adanya   perubahan  positif  dalam  masyarakat.

Foto bersama peserta seminar di aula Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto

Tanpa adanya partisipasi generasi muda, maka pembangunan  yang  dilakukan  oleh  pemerintah  tidak akan  mencapai  tujuannya  secara  optimal. Disini pentingnya kesadaran   politik   di   kalangan pemuda-pemudi agar   dapat   mengambil   peran   lebih   besar   dalam menentukan arah politik bangsa.

Saat ini Pemuda adalah  kelompok   usia   yang   besar   dalam populasi negara, anak muda memiliki dampak signifikan terhadap   hasil pemilihan   umum. Berdasarkan data KPU dalam pemilu 2024 ada 55% jumlah pemilih pemula meningkat dari pemuli sebelumnya 45%. Sebuah populasi yang signifikan untuk inisiasi perubahan.(udn)

Writer: udinEditor: admin