News  

Kisah Pilu balita yang bernama Raya, ditengah peringatan 80 tahun Indonesia Merdeka !!

Foto balita Raya mendapatkan perawatan di RSUD Syamsudin Kota Sukabumi, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Nuranikeadilan.web.id – Kabar duka penuh keprihatinan datang dari anak negeri. Seorang balita perempuan bernama Raya, 3 tahun, meninggal dunia pada Juli 2025 dengan kondisi memilukan, tubuhnya dipenuhi cacing akibat menderita cacingan akut atau ascaris lumbricoides.

Raya adalah anak ke dua dari dua bersaudara, ia lahir dari pasangan Udin, 32, dan Endah, 38. Kakak tertuanya berusia 7 tahun, mereka berempat tinggal dirumah panggung yang sangat sederhana di kampung Padangeyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kebadungan Sukabumi, Jawa Barat. Ayahnya sudah lama mengidap penyakit TBC, sedangkan ibunya mengalami gangguan jiwa.

Kisah tragis ini mencuat ke publik setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin memperlihatkan kondisi Raya yang memprihatinkan sedang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin Kota Sukabumi.

Dalam rekaman terlihat cacing sepanjang 15 cm keluar dari hidung dalam kondisi hidup pada saat Raya masih memakai alat bantu pernafasan, nafasnya tersengal-sengal menahan sakit.

Menurut keterangan pemilik akun, cacing juga keluar dari mulut, dan anus sang bocah, sementara dari hasil ct scan diketahui di dalam tubuhnya masih banyak bersarang telur maupun larva. Video itu sontak viral dan memicu keprihatinan luas.

Rumah panggung yang ditinggali keluarganya memiliki kolong tanah terbuka dibawahnya ada kandang ayam beberapa ekor, sehingga bau kotoran kerap naik memenuhi ruangan rumah.

Kondisi tersebut membuat kesehatannya rentan, ditambah pola hidup tidak sehat semakin memperburuk daya tahan tubuh bocah malang ini.

Dikutip dari Radar solo, selasa (19/8), Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan peristiwa tersebut. Dirinya mengakui bahwa lingkungan rumah yang ditingali Raya sekeluarga kurang sehat, sehingga anak seusia raya rentan terkena penyakit.

“Kondisi orang tuanya yang mengalami keterbelakangan mental, membuat perawatan terhadap raya dilakukan ala kadarnya. Lingkungan rumahnya kumuh dan tidak sehat. Menjadi penyebab kesehatan raya terganggu,” ungkap Wardi.

Baca Juga  Malam ini, Eks Dirut Perumda Panglungan di jebloskan penjara Lapas Jombang

Raya sempat mengalami demam dan didiagnosis menderita penyakit paru-paru. Sayangnya, pengobatannya terhambat karena keluarga tidak memiliki Kartu Keluarga (KK), KTP, maupun BPJS.

Menurut wardi, Upaya pemerintah desa untuk mengurus dokumen-dokumen itu belum rampung hingga akhirnya kondisi Raya semakin parah.

Raya sebelumnya memang sering keluar masuk klinik dan Puskesmas. Setelah kabarnya ramai, ada bantuan dari lembaga filantropi ‘Rumah Teduh Sahabat Iin’ sehingga dia sempat dirawat sembilan hari di rumah sakit. Tapi nyawanya tidak tertolong,” ungkap Wardi.

Menurut Wardi, meski Raya dan kakaknya tidak mengalami keterbelakangan mental seperti orang tuanya, kurangnya pengawasan dan pola hidup yang tidak sehat membuat mereka sangat rentan terserang penyakit

Kepergian Raya meninggalkan luka mendalam. Kisah hidupnya menjadi pengingat disaat Negara sedang memperingati 80 tahun kemerdekaannya. akses kesehatan, pola asuh keluarga, serta kondisi lingkungan yang tidak layak masih menjadi persoalan serius di negeri ini terutama pada masyarakat yang hidup di pedesaan.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung merespon keras atas tragedi meninggalnya balita 3 tahun akibat cacingan akut, dengan membekukan pencairan dana desa untuk Kabupaten Sukabumi hingga tahun depan. Gubernur juga akan segera mengevaluasi puskesmas dan bidan desa yang ada di Sukabumi, Jawa Barat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa diwaktu yang akan datang. (*)

Writer: RedaksiEditor: admin