Jombang – Imam Syafii 19 tahun, pemuda asal jogoroto yang diduga menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) kini bersiap menjalani operasi batok kepala. Pihak rumah sakit menyebut, korban menderita luka parah dan harus segera menjalani tindakan operasi.
“Jadi benar, untuk pasien atas inisial IS memang masih menjalani perawatan intensif, korban menderita luka serius,” terang Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah
Berdasarkan rincian pihak rumah sakit, Imam mengalami beberapa luka ditubuhnya serta ada indikasi gegar otak dan patah pada tulang disekitar mata.
“ ada indikasi gegar otak, juga patah tulang pada sekitar mata,” terangnya
Selain itu, pihaknya juga mendiaknosis ada luka bacok yang cukup dalam pada bagian kepala korban.
“Ada luka bacok yang cukup dalam sehingga perlu diperbaiki melalui operasi,” lontarnya.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit sedang melakukan perawatan intensif pada korban. “Dalam waktu dekat, masih direncanakan pembersihan luka dan operasi tengkorak,” lontarnya.
Dikabarkan bahwa, korban tak memiliki BPJS Kesehatan. “Korban tidak punya BPJS, biayanya nanti akan ditanggung pemerintah daerah,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Identitas korban atas nama Imam Syafi’i usianya 19 tahun warga Jogoroto,” tuturnya.
Polres jombang hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sambil menunggu kesehatan korban pulih.
“hingga saat ini, korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan intensif jika dilakukan takut berakibat fatal, jadi kalau nanti korban sudah sadar, sudah tidak dalam pengaruh obat bius baru kita mintai keterangan,” ujar Margono.
Dalam kasus ini, Margono mengaku masih belum bisa memastikan apa penyebab luka yang dialami imam syafii karena pembacokan atau karena sebab lain.
“Masih belum, saya masih belum bisa memastikan. Yang jelas ini masih belum bisa mintai keterangan, korban masih di RSUD Jombang,” pungkasnya. (*)













