Masruroh akhirnya bisa kembali menikmati listrik PLN, ini penyebabnya ?

Foto Kunjungan Sadarestuwari, anggota DPRRI ke rumah Masruroh karena ikut merasa prihatin dan berempati untuk bisa membantu

Jombang – Akhirnya Masruroh (61), bisa kembali menikmati aliran listrik. Pasalnya tunggakan di PLN sudah dinyatakan lunas. Dibalik pelunasan itu ada sosok bersahaja putra daerah jombang yang rela membantu masruroh murni karena alasan kemanusiaan. Sosok itu adalah Sadarestuwati, Anggota DPRRI dapil Jawa Timur 8 (Kota dan Kab. Madiun, Nganjuk, Jombang, serta Kota dan Kab. Mojokerto).

Kasus Masruroh bermula dari tuduhan pencurian listrik yang ditujukan kepada dirinya sejak 2022, dengan data diri tercantum atas nama mendiang ayahnya, Naif Usman, yang telah wafat sejak 1992.

Tanpa mengetahui detail permasalahan, Masruroh mendadak harus menghadapi tagihan besar jelang Lebaran kemarin, disertai ancaman pemblokiran aliran listrik.

Padahal, selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, aliran listrik tersebut juga digunakan seorang penyewa ruang di samping rumahnya.

Kesulitan tersebut memuncak ketika listrik di rumah sederhana itu benar-benar diblokir oleh PLN pada Kamis (24/4/2025), membuat token listrik terblokir tidak dapat diisi, akibatnya listrik sudah tidak nyala.

“Uang dari mana saya bisa bayar sebanyak itu? Saya hanya hidup dari jualan gorengan keliling,” ungkap Masruroh menghiba.

Kasus ini memantik keprihatinan banyak pihak, pasalnya masruroh seorang janda yang tinggal sendiri dirumah dan hidup dari hasil jualan gorengan keliling. Masruroh kebingungan karena hasil jualan gorengan yang tidak seberapa hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Kasus ini memantik empati dari publik termasuk dari anggota DPR RI Komisi VI,  Sadarestuwati langsung turun mengunjungi masruroh di rumahnya dan memberikan solusi dengan menanggung seluruh denda di PLN.

“Ini persoalan nurani kemanusiaan. Saya bantu lunasi tagihannya agar ibu Masruroh bisa kembali menikmati listrik.”  Tandas Sadarestuwati. Hal ini diketahui dari laman PDIP Jatim yang diunggah Senin (28/4/2025).

Baca Juga  Tujuh atlit berprestasi sepatu roda Jombang terancam gagal mengikuti Porprov Jawa Timur 2025, begini kronologisnya!

“Ini pembelajaran kepada masyarakat. Kita harus ekstra hati-hati, karena bagaimanapun juga urusan dengan perusahaan milik negara tidak bisa diselesaikan begitu saja, Masyarakat perlu kedisiplinan dan rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan negara agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang,” tutur Sadarestuwati, Senin (28/4/2025), dikutip dari laman PDI-P Jatim.

Mbak estu begitu ia biasa dipanggil, berharap sekaligus meminta kepada pihak PLN untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di akar rumput agar kejadian seperti ini tidak terulang.

“Kami minta PLN untuk melakukan sosialisasi ke desa-desa dengan mengumpulkan masyarakat, agar mereka memahami hak dan kewajibannya. Ketidaktahuan masyarakat seringkali menjadi sumber permasalahan, seperti yang dialami Bu Masruroh ini, yang bahkan menurut pengakuannya ia tidak mengetahui siapa pelaku sebenarnya,” jelasnya.(*)

Writer: RedaksiEditor: admin