Nuranikeadilan.web.id – Warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh siang ini geger, pasalnya ditemukan sosok pria tanpa identitas meninggal dalam kondisi mengenaskan. Minggu (12/4) siang.
Jasad seorang pria ditemukan tengkurap tanpa busana tersangkut di cor pembatas Sekunder Turi Baru, Dusun Paras. Pada jasad ditemukan luka sayatan di leher seperti bekas digorok menggunakan benda tajam.
Siang itu aparat kepolisian bersama tim inavis langsung mengevakuasi jenazah untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh petani setempat yang sedang melintas. Saat ditemukan, kondisi jasad hanya memakai celana dalam dan kondisinya terlihat masih segar, melintang di bahu cor.
Johan Dwi Santoso, Kepala Dusun Paras menceritakan kondisi jenazah tidak berbusana, saat ditemukan menyangkut di tembok cor pembatas sungai “Posisinya hanya mengenakan celana dalam saja, posisinya tengkurap dan menyangkut di cor pembatas sungai,” jelasnya.
Lebih lanjut johan menjelaskan, saat anggota dari kepolisian Megaluh dan polres Jombang mengangkat tubuhnya, baru diketahui adanya luka menganga di leher korban. “Ada luka kayak digorok begitu, di lehernya. Entah korban pembunuhan atau bagaimana saya tidak berani menyimpulkan,” ujarnya.
Dirinya juga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan bukanlah warga setempat, karena tidak ada yang mengenali ciri-cirinya. Berdasarkan usia korban yang diperkirakan antara 30 hingga 40 tahun.
Polisi mengungkap adanya luka di beberapa bagian tubuh jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di aliran sungai Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyebut, dari hasil pemeriksaan awal ditemukan bekas luka di tubuh korban “Di leher ada bekas luka, di pipinya juga ada,” ujarnya.
Luka tersebut kini menjadi fokus penyelidikan polisi untuk mengetahui penyebab kematiannya, namun polisi belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat benda tajam atau bukan.
Menurut Kapolres, Pendalaman masih dilakukan oleh tim forensik. “Masih didalami oleh tim forensik untuk memastikan penyebab luka,” jelasnya.
Jasad korban telah dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi, meliputi visum luar dan visum dalam dengan melibatkan tim forensik RSUD Jombang dan RS Bhayangkara Kediri
Hasil autopsi nantinya diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian korban. “Kami ingin memastikan apakah ini murni tenggelam atau ada dugaan tindak pidana,” tegas kapolres
Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, dilihat dari kondisi fisik korban diperkirakan meninggal kurang dari 24 jam sebelum ditemukan. “Perkiraan belum 24 jam,” imbuhnya
Hingga minggu menjelang sore, Polisi masih terus menyisir sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung.(*)













