14 Pelajar ditangkap Tim gabungan Polres Kediri dan Polda Jawa Timur

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP. Fauzy Pratama saat memberikan penyatan di mapolres Kediri terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan satu pelajar tewas, Sabtu (29/3)

Kediri – Operasi senyap Tim gabungan Resmob Polres Kediri di backup Tim Hell Boy Polda Jawa Timur berhasil mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap tiga pelajar SMAN 1 Pare Kabupaten Kediri.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (24/3) dini hari di jalan Raya Pagu Kediri hingga mengakibatkan salah satu dari 3 korban, yang bernama Moh Hidris Rayyan, meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Fauzy Pratama, mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan informasi dan petunjuk dari beberapa saksi, polisi akhirnya berhasil melacak keberadaan para pelaku yang sudah melarikan diri keluar kota. Setelah dilakukan pendalaman dan investigasi selama lima hari, akhirnya polisi berhasil mengetahui keberadaan dan persembunyian para terduga pelaku.

“Kami berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga orang yang melarikan diri ke Tulungagung. Dari hasil interogasi terhadap mereka, kami dapat mengembangkan penyelidikan dan menangkap total 14 orang,” kata AKP Fauzy, Sabtu (29/3).

Menurut AKP Fauzy, dari pengakuan sementara para terduga pelaku, mereka melakukan pengeroyokan karena merasa ditantang dan diejek oleh korban saat berpapasan di jalan raya Ngasem sepulang dari Simpang Lima Gumul (SLG).

“Pengakuan para pelaku menyatakan bahwa mereka merasa ditantang dan diejek oleh korban, sehingga mereka langsung mengejar korban yang tengah mengendarai sepeda motor, hingga terjadilah peristiwa pengeroyokan itu,” jelasnya.

Dalam aksi kekerasan tersebut, tiga pelajar yang menjadi korban adalah Zaki Amani (17), Hendra Reza, dan Moh Hidris Rayyan.

Ketiganya berusaha menyelamatkan diri karena pelaku berjumlah lebih banyak, naas rayyan terjatuh sehingga menjadi sasaran utama dalam aksi kekerasan tersebut hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

Foto Almarhum Moh Hidris Rayyan Korban pengeroyokan sabtu (29/3/2025) di jalan Raya Ngasem Kediri

 

Baca Juga  Pentol pengacara yang bercitarasa mak Nyuzz !!

sementara itu Zaki Amani dan Hendra Reza mengalami luka serius dan hingga saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit.

AKP Fauzy Memastikan aksi pengeroyokan ini tidak terkait dengan motif antar perguruan atau atribut tertentu.

“Motifnya masih sebatas ejekan dan tantangan di jalan, bukan karena perbedaan identitas atau kelompok,” katanya.

Terkait identitas 14 orang yang diamankan, rata – rata usia pelajar. Pihak kepolisian masih mendata dan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut kepada para terduga pelaku.

Meski begitu, AKP Fauzy menyebut proses penyelidikan terus berlangsung, dan polisi kini sedang mendalami lebih lanjut peran masing-masing terduga pelaku dalam kejadian tersebut.

“Kami akan memastikan siapa saja yang terlibat langsung dalam pengeroyokan ini dan pasal apa yang akan diterapkan kepada mereka. Saat ini, kami telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti enam sepeda motor dan atribut yang dikenakan pelaku pada malam kejadian,” ungkap AKP Fauzy.

Kejadian tragis ini sontak memicu kemarahan warga, dan mendesak aparat kepolisian menerapkan pasal dengan ancaman hukuman seberat-beratnya karena perbuatannya menimbulkan hilangnya nyawa.

“Harus ada hukuman berat bagi mereka! Meskipun masih anak-anak, tidak ada alasan untuk membiarkan tindakan brutal ini tanpa konsekuensi,” ujar Sofyan, seorang warga setempat yang ikut geram atas insiden ini.

Masyarakat Kediri kini menantikan keadilan bagi Rayyan dan keluarganya. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai anti kekerasan sejak dini.

“Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini di kemudian hari. Semua pihak harus berperan dalam membangun lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda,” kata mashadi seorang tokoh masyarakat didaerah itu. (dn)

Writer: dnEditor: admin