Kegigihan 2 perempuan bersaudara penjual cireng, mengantarnya Berangkat Haji 6 mei

Foto : Nanik Hariyati (63) dan Solihati (59) kakak beradik penjual cireng asal Trawasan, Sumobito, Jombang yang akan naik haji setelah menabung selama 13 tahun. (Dok. Media)

Jombang – Kisah inspiratif sarat nasehat, datang dari dua perempuan lanjut usia dari desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, kabupaten Jombang.

Dua perempuan itu kakak beradik, bernama Nanik Hariyati (63) dan Solihati (59), keduanya  sehari-hari membuat Cireng, yang penjualan dititipkan diwarung-warung tetangga.

Niat mulia dapat berhaji itu bermula dari tahun 2008, namun baru mulai dilaksanakan tahun 2012 karena keterbatasan ekonomi. Keduanya membuka tabungan haji disalah satu bank di Jombang.

Keduanya menjalani rutinitas yang sederhana dan penuh kesabaran. Sehari-hari didapur rumah yang sederhana mereka mengolah 5 sampai 10 kilogram tepung aci untuk dibuat ratusan cireng.

Cireng sendiri adalah makanan ringan khas daerah sunda jawa Barat yang berasal dari kata “aci digoreng” yang berarti tepung tapioka yang digoreng. Adonan dicetak kemudian di goreng, kemas, lalu dititipkan penjualannya ke warung tetangga, hingga kantin sekolah. Semua dikerjakan mereka berdua dengan telaten.

Niat kuat untuk bisa naik haji membuat dua perempuan bersaudara ini selalu semangat.  Setiap kali mengambil uang penjualan cireng dari warung yang dititipi, mereka selalu sisihkan untuk uang tabungan.

“Awalnya kami hanya ingin jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi saya memang sudah lama pingin naik haji akhirnya saya mengajak kakak saya juga,” ungkap Solihati dengan mata berkaca-kaca.

Tahun 2012 mereka berdua membuka rekening tabungan haji dari uang hasil penjualan cireng yang sengaja disisihkan. Caranya dengan sebagian dari hasil penjualan cireng mereka sisihkan untuk tabungan haji. Mereka tidak pernah mengambil utang atau menerima bantuan. Semua murni dari hasil kerja keras mereka sehari-hari yang diatur sedemikian cara sehingga istikomah bisa menabung.

“kalau jualan cireng, ya namanya jualan kadang laku banyak, kadang ya hanya beberapa bungkus. Tapi kami yakin, kalau niatnya baik dan sabar, pasti akan diberikan jalan oleh Allah,” tambah Nanik dengan tenang.

Baca Juga  Diskusi 9 komponen Pemangku Kebijakan Tentang Penanganan Kasus Anak Di Jombang

Kini, di tahun 2025, setelah 13 tahun penantian akhirnya ditakdirkan berangkat haji. Nanik dan Solihati masuk daftar jama’ah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci bersama Kloter 9 asal Jombang, pada 6 Mei mendatang.

Keduanya merasa terharu dan bahagia karena impiannya pergi ke Baitulloh akan segera terwujud.

“Kami hanya ingin menjadi tamu Allah yang baik. Mohon doanya agar kami sehat, lancar menjalankan ibadah, dan pulang menjadi haji mabrur,” harapnya.

Kisah dua bersaudara penjual cireng ini menjadi inspirasi bagi kita bahwa niat tulus, ketekunan, dan kesabaran pasti akan membuahkan nikmat dan bisa mengalahkan keraguan banyak orang. Usaha apapun dengan rejeki yang halal akan menjadikan niat suci beribadah ke baitulloh akan dimudahkan oleh Allah SWT. (*)

Writer: RedaksiEditor: admin