Tujuh atlit berprestasi sepatu roda Jombang terancam gagal mengikuti Porprov Jawa Timur 2025, begini kronologisnya!

Foto pertemuan Para wali Atlit sepatu Roda dengan HM Syarif Hidayatullah Wakil Ketua DPRD Jombang

Jombang – Tujuh wali atlit sepatu roda Jombang gelisah, pasalnya putraputri mereka terancam gagal bertanding di kejuaraan Pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

sebanyak tujuh atlit sepatu roda asal jombang, secara sepihak namanya dicoret dari daftar kontingen untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Orang tua para atlet pun mengadukan nasibnya kepada wakil Ketua HM Syarif Hidayatullah yang akrab disapa Gus Sentot.

Pertemuan berlangsung di sebuah resto yang beralamat di Jalan Kapten Pierre Tendean, Jombang. para orang tua yang tergabung dalam Paguyuban Wali Atlet Sepatu Roda Kabupaten Jombang menyampaikan keluhan kepada Gus sentot, tentang nasib putra putrinya yang mendapatkan perlakukan tidak adil dari Ketua Pengkab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jombang.

Menurut salah satu orang tua atlit. Ke Tujuh nama anak tersebut sebelumnya telah dipastikan masuk dalam kontingen Jombang untuk Porprov Jatim. Mereka juga telah menjalani pemusatan latihan (Puslatkab) secara resmi yang diselenggarakan oleh Porserosi Jombang, bahkan dibiayai melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) oleh KONI Jombang. Namun, secara tiba-tiba, nama mereka dicoret sepihak tanpa alasan yang jelas.

“kami merasa shock saat melihat daftar nama-nama atlit dimana disitu tujuh atlit yang sebelumnya sudah masuk daftar kontingen, tiba-tiba di hapus secara sepihak oleh ketua cabang olah raga (cabor) Perserosi jombang, dan namnya digantikan atlit lain yang notabene tidak lolos seleksi resmi Koni, namun diduga memiliki kedekatan secara personal dengan ketua cabor”, ujar salah satu orang tua atlit yang tidak berkenan namanya ditulis.

Daftar nama atlit yang dicoret itu, rekam jejak prestasinya jelas. selama ini para atlit kerap juara bahkan peraih mendali emas, mengharumkan nama kabupaten Jombang.

Baca Juga  Tidak terima nama anaknya dicoret, Para wali atlit sepatu roda bergerak menuntut keadilan

Berikut daftar tujuh atlet beserta prestasinya yang dicoret dari kontingen resmi Porprov Jatim:

  • Rendra Pandu Hermawan, Juara 1 Speed Slalom & Classic Slalom Senior Men
  • Azizurrohmat Al Baihaqi, Juara 1 Speed Slalom & Classic Slalom Youth Men
  • Schatzi Setya Ridho Illahi, Juara 1 Speed Slalom & Classic Slalom Senior Women
  • Evelyn Anindya Ervaputri, Juara 2 Speed Slalom & Classic Slalom Senior Women
  • Muhammad Sultan Abqori Azzam, Juara 2 Speed Slalom & Juara 3 Classic Slalom Youth Men
  • Iftitah Azzahra Masaid, Juara 1 Speed Slalom & Juara 3 Classic Slalom Junior Women
  • Jadzia Lubna Chestiana, Juara 1 Skate Cross Junior Women

“ketujuh atlet ini bukan sembarang atlet, mereka semua atlit berprestasi langganan penyumbang medali emas, perak, dan perunggu dalam berbagai kejuaraan baik di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan terakhir juara umum di tingkat provinsi”, ungkapnya.

Lebih ironisnya, para wali atlit mengungkapkan bahwa atlet-atlet pengganti yang kini masuk dalam daftar resmi Porprov Jatim 2025 ternyata ada yang tidak mengikuti proses seleksi, bahkan ada yang tidak lolos seleksi sama sekali namun namanya masuk daftar kontingen.

“Kami sangat heran dan kecewa. Anak-anak kami sudah berjuang, mengikuti semua tahapan latihan, dan memiliki rekam jejak prestasi. Tapi malah dicoret begitu saja. Sementara ada atlet pengganti yang tak ikut seleksi malah masuk. Ini sangat mencederai nilai-nilai sportivitas dan akuntabilitas pembinaan atlet,” ujar wali atlit lain.

Menyikapi hal tersebut Gus Sentot menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai bahwa dunia olahraga harus dikelola secara profesional dan berpihak kepada prestasi. Menurutnya, pencoretan atlet berprestasi tanpa alasan yang jelas merupakan tindakan yang tidak bisa dibiarkan.

“Saya prihatin dengan kejadian ini. Atlet berprestasi seharusnya mendapatkan tempat dan perhatian bukan malah di dholimi. Saya akan kawal persoalan ini hingga tuntas. Dunia olahraga harus bersih, akuntabel, dan berpihak pada kerja keras serta dedikasi atlet,” ujar Gus Sentot.

Baca Juga  DPRD Jombang Desak Pemkab Terbitkan Perbup Larangan dan Sanksi Sound Horeg !!

Ia juga menyarankan agar para wali segera berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi Porserosi Jawa Timur untuk mendapatkan penjelasan resmi dan membuka ruang audiensi. Tak hanya itu, ia juga menekankan agar semangat para atlet muda tidak sampai patah hanya karena perlakuan yang tidak adil.

Lebih lanjut Gus sentot berpesan “Anak-anak ini aset Jombang. Mental mereka harus kita jaga. Jangan sampai semangat juang mereka hancur hanya karena keputusan sepihak yang tidak adil,” pungkasnya.(*)

Writer: RedaksiEditor: admin