Nuranikeadilan.web.id – Kasus dugaan pembunuhan yang menggemparkan warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, kecamatan Megaluh akhirnya menemukan titik terang.
Korban diketahui bernama Anang Sularso (33), pria asal Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Anang ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa busana dengan luka terbuka bekas sabetan benda tajam di pelipis hingga hampir menyentuh bibir, luka sabetan di leher dan punggung. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa, dengan tubuh menyangkut posisi tengkurap di tembok cor saluran air Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Minggu (12/4/2026).
Setelah menerima laporan warga, Polisi dari Polsek Megaluh dan Polres Jombang langsung melakukan evakuasi janazah untuk otopsi di RSUD Jombang dan melakukan penyelidikan intensif guna mengetahui penyebab kematiannya.
Selang beberapa jam setelah dilakukan evakuasi jenazah ke RSUD jombang, datang Kepala Dusun Bogem Utara, Aris Setyo Besuki, untuk kroscek sekaligus mengonfirmasi bahwa identitas pria yang ditemukan tengkurap di sungai tersebut adalah warganya. Meski KTP korban sudah tercatat sebagai warga Dusun Jambean, Desa Manggis, Kecamatan Puncu.
Menurut Kasun Aris, Korban dulu lahir dikampungnya dan menghabiskan sebagian besar waktunya di Dusun Bogem Utara bersama keluarga besarnya.
“Ya benar, Anang Sularso warga asli kelahiran Bogem Utara, Kecamatan Gurah. Tapi KTP tercatat sebagai warga Desa Manggis, Puncu,” jelasnya.
Koordinasi cepat dilakukan antara pemerintah desa dan Polres Jombang setelah laporan penemuan jasad masuk sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah keluarga melakukan verifikasi melalui dokumentasi foto dan ciri fisik di RSUD setempat, dipastikan bahwa korban adalah Anang, anak keempat dari lima bersaudara yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.
“Pak Kades memerintahkan saya untuk koordinasi ke keluarganya, apa benar Saudara Anang Sularso dan di Polres sudah diidentifikasi namanya dan diketahui Anang Sularso, warga Dusun Bogem Utara. Saya cek ke rumahnya, memang anaknya (korban) sesuai keterangan keluarga yang di rumah,” ungkapnya.
Informasi medis dan kepolisian mengungkap adanya indikasi kekerasan yang sangat kuat. Berdasarkan keterangan perangkat desa yang menghimpun informasi dari aparat, korban mengalami luka bacok yang cukup panjang pada bagian kepala, membentang dari pelipis hingga hampir menyentuh area bibir.
“Seperti yang diinformasikan dari pihak kepolisian, foto-foto yang kita dapat itu ya luka di kepala,” ujarnya.
Keseharian korban di lingkungan tempat tinggalnya cenderung tertutup. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui detail aktivitas luar atau masalah yang mungkin sedang dihadapi korban sebelum kejadian nahas tersebut.
“Dia itu tertutup, ngomong gimana ya, sama warga juga kurang terbuka gitu. Biasa, ya aktivitas seperti warga, cuman keluarga juga tidak tahu aktivitasnya dia,” terang Kasun Aris.
Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman di Gurah dan dimakamkan pada Senin dini hari (13/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Sementara itu, pihak Polres Jombang masih melakukan pendalaman kasus guna mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan ini, termasuk melacak lokasi kejadian perkara utama dan memburu pelaku.
Korban meninggalkan seorang istri (status siri) dan dua orang anak. Pihak keluarga berharap penuh pada kepolisian agar pelaku segera bisa ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. (*)













