Jombang.nuranikeadilan.web.id – Sungguh biadab ulah pelaku ini, seorang gadis usia 15 tahun asal Kecamatan Wonosalam jadi korban pemerkosaan warga saat jadi panitia agustusan di desanya. Kasus itu, telah dilaporkan pihak kepolisian dan saat ini polisi sedang memburunya.
“Korbannya masih anak-anak, siswi SMP, sementara pelakunya sudah dewasa dan bahkan sebenarnya masih saudara juga,” terang HK, saksi, Selasa 01/09/26.
Menurut informasi, kejadian itu berlangsung Sabtu (29/8) malam sekitar pukul 20.30, saat ada kegiatan agustusan di desa dan korban menjadi salah satu panitianya.
Menurut ceritanya, saat itu korban yang sedang menjalankan tugas sebagai panitia kegiatan agustusan, tiba-tiba dihampiri EW (33), pelaku yang meminta tolong untuk diantar ke suatu tempat dengan alasan hendak mengambil sepeda motor didesa sebelah.
“Jadi korban ini diminta mengantar pelaku mengambil motor di desa sebelah, dan korban ya mengantar saja, berhubung dia kan juga masih saudara,” menurut informasi sumber terpercaya.
Namun, di tengah perjalanan dan areal kebun, pelaku tiba-tiba saja menghentikan motornya. Ia berhenti dengan alasan sepeda motornya mogok setelah kehabisan BBM. “Setelah itu, korban dipaksa pelaku ke sebuah gubuk di tengah tegal dan kemudian diperkosa,” imbuhnya.
Tak hanya melakukan pemerkosaan, HK mengaku ketakutan karena pelaku mengancam akan membunuh korban jika melaporkan kejadian ini kepada siapapun.
Akibat kejadian itu korban mengalami trauma berat, korban sering menangis histeris bila bertemu orang lain selain keluarganya.
Aksi bejat ini terbongkar setelah korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang dialami kepada ayahnya. Tak terima anaknya mengalami kejadian biadab itu, ayah korban langsung melapor ke pihak kepolisian.
“Sudah dilaporkan ke polisi, kami berharap pelaku dapat segera dibekuk dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra saat dikonfirmasi tentang kejadian itu, membenarkan adanya laporan perihal perkara tersebut ke Polres Jombang.
“Jadi benar, korban melalui keluarganya sudah melapor, dan pemeriksaan maupun visum terhadap korban juga sudah dilakukan,” terang Maghribi.
Hingga kini, pihaknya menyebut masih memburu pelaku pemerkosaan tersebut. “Untuk pelaku masih dalam lidik,” pungkasnya. (*)













